SEJARAH PHYTAGORASA
Pythagoras (582 SM-496 SM) lahir di Pulau Samos, Yunani Selatan. Salah satu peninggalannya yang paling populer adalah teorema pythagoras.
Berdasarkan sejarah, isi teorema pythagoras sebetulnya sudah diketahui dan diterapkan orang-orang Babilonia dan India berabad-abad sebelum lahirnya Pythagoras. Namun, teorema itu dianggap sebagai penemuan Pythagoras karena dialah yang pertama membuktikan pengamatan tersebut secara matematis.Pythagoras juga menemukan hal penting lainnya dalam bidang matematika, yaitu rasio emas atau golden ratio. Pada masa lalu, matematika tidak hanya berkaitan dengan bilangan, melainkan juga untuk menjabarkan filsafat dan memahami keindahan.
Bunyi Teorema Pythagoras
Teorema Pythagoras, sebagaimana dikutip dari buku Super Complete Rumus Matematika IPA SMP/MTs 7, 8, 9 oleh Elis Khoerunnisa dna Arinta Dra Setiana berbunyi, "Pada segitiga siku-siku, kuadrat panjang sisi miring (hipotenusa) adalah sama dengan jumlah kuadrat sisi-sisi penyikunya."
Hubungan antar sisi panjang segitiga siku-siku adalah sebagai berikut:
1. AC2 = AB2 + BC2 atau c2 = a2 + b2
2. AB2 = AC2 - BC2 atau a2 = c2 - b2
3. BC2 = AC2 - AB2 atau b2 = c2 - a2
Teorema Pythagoras, sebagaimana dikutip dari buku Super Complete Rumus Matematika IPA SMP/MTs 7, 8, 9 oleh Elis Khoerunnisa dna Arinta Dra Setiana berbunyi, "Pada segitiga siku-siku, kuadrat panjang sisi miring (hipotenusa) adalah sama dengan jumlah kuadrat sisi-sisi penyikunya."
Hubungan antar sisi panjang segitiga siku-siku adalah sebagai berikut:
1. AC2 = AB2 + BC2 atau c2 = a2 + b2
2. AB2 = AC2 - BC2 atau a2 = c2 - b2
3. BC2 = AC2 - AB2 atau b2 = c2 - a2
Rumus Pythagoras
Rumus pythagoras adalah sebagai berikut:
a2 + b2 = c2
Keterangan:
c = sisi miring
a = tinggi
b = alas
a2 + b2 = c2
Keterangan:
c = sisi miring
a = tinggi
b = alas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar